malu & takut sesungguhnya

Kenyataannya dalam sehari-hari, kita malu & takut.. kebanyakan bukan karena melakukan perbuatan yang tidak baik. Tetapi kebanyakan malu & takut, karena pendapat & penilaian orang lain. Kebanyakan dari kita lebih rela melakukan perbuatan memalukan tapi diacung jempol oleh teman-temannya, daripada perbuatan baik tetapi dianggap aneh oleh teman-temannya.

Kita perlu belajar mendengarkan suara hati kita terlebih dahulu, daripada suara-suara yang di luar, penilaian teman-teman, keluarga & masyarakat. Karena mayoritas manusia tidak hidup mendengarkan suara hati-nya, mayoritas manusia mengikuti apa yang dianggap benar oleh mayoritas itu sendiri. Jadi berhati-hatilah, tidak semua suara & pendapat mayoritas sesuai, tepat dan baik buat kita.

Seseorang yang bijak akan merasa malu & takut, bila dia melakukan perbuatan yang tercela, yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Dia tidak akan bersedia melakukan hal yang tidak pantas, walaupun dianggap pantas & benar di lingkungannya.

Leave a comment

Filed under komentarku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s